Dampak Pengeboran Minyak PHR, Kebun Warga Digenangi Lumpur

0
16

Limbah pengeboran PT Pertamina Hulu Rokan ( PHR ) yang dikerjakan  Pertamina drilling services Indonesia ( PT . PDSI ) meluap ke kebun warga di Kelurahan Sedinginan Kecamatan Tanah putih, Rohil, Senin (1/7/24).

Akibat meluapnya limbah pengeboran PT PHR yang dikerjakan oleh PT PDSI tersebut membuat kebun warga sekitar terkena dampak. Puluhan pokok sawit yang baru berumur 2 tahun kebanjiran limbah dan dikhawatirkan akan mati.

Dari pantauan awak media di lokasi, terlihat limbah pemboran PT PDSI (Pertamina Drilling Services Indonesia) mencemari lingkungan sekitar. Limbah cair yang berbentuk hitam tersebut mengalir terbawa arus ke kebun warga. Rumput dan ikan mati diduga terkontaminasi limbah.

Sementara, airnya panas dan berminyak saat dicucikan tangan. Kuat dugaan limbah tersebut sengaja dibuang oleh PT PDSI, karena terlihat ada galian atau parit pembuangan yang sengaja digali.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Sedinginan Abdul Rahman, meminta perusahaan PT PHR dan PT PDSI  bertanggungjawab atas pencemaran lingkungan di Kelurahan Sedinginan tersebut.

“Ya, kita meminta perusahaan PT PHR dan PT PDSI untuk bertanggungjawab atas tercemarnya lingkungan kami, akibat kelalaian perusahaan tersebut hingga berdampak buruk bagi lingkungan kami. Selain meminta pertanggung jawaban, kita juga meminta PT PHR memberi teguran keras terhadap mitra kerjanya PT PDSI yang melakukan pemboran, jangan asal asalan membuang limbah ke lingkungan. Kita minta lakukan pembersihan secepatnyam Kita khawatir limbah tersebut mengalir ke sungai, sehingga menimbulkan dampak yang lebih buruk.

Perusahaan PDSI telah beroperasi di Sedinginan satu tahun lebih. Namun dampak kehadiran perusahan PDSI di tengah masyarakat tidak berdampak positif bagi masyarakat. Yang ada hanya meninggalkan luka, bagi masyarakat yang kebunnya terdampak pencemaran.

“Bersyukur kita, pihak kelurahan, camat dan DLH Rokan Hilir mau turun langsung ke lokasi untuk melihat kebun warga yang terkena limbah,” ungkap Rahman.

Lurah Sedinginan Marza Hendra Widarta yang meninjau lokasi, Rabu (03/07/24) petang, sangat menyayangi atas tindakan perusahaan PDSI yang tidak mau melapor saat masuk ke wilayah tersebut. Saat ada masalah yang susahnya pemerintah kelurahan.

“Apa salahnya, perusahaan PDSI saat mau masuk ke wilayah kami melapor, sehingga kami tahu bahwa mereka lakukan pekerjaan. Itu saja sudah lah,” ungkapnya.

Sementara, Kabid Penataan dan Pengaduan DLH Rohil, Carlos Roshan yang juga turun ke lokasi langsung mengambil sampel limbah.

“Malam tadi kami mendapat laporan dari masyarakat, bahwa ada limbah PHR mencemari lingkungan. Mendapat laporan tersebut, saya bersama tim DLH Rohil turun ke lapangan. Kita ambil sampel, kita bawa ke laboratorium Pekanbaru,” ucapnya.

Pihak PHR yang turut cek lokasi, Ronel Raders Sitompul menolak memberi keterangan. “Saya tidak bisa memberikan keterangan, hal ini bukan wewenang saya. Silakan konfirmasi langsung dengan buk Rinta selaku Humas PHR,” kilahnya, dikutip detak24com dari riauterkini. /////

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here