Khutbah Jum’at : Bulan bulan yang istimewa Dalam Islam

0
14

Wasiatriau.com ( Bengkalis ) Khotib Sholat Jum’at mesjid agung Istiqomah Bengkalis, menyampaikan pesan baik kepada dirinya maupun kepada para jemaah sholat Jum’at,  bahwa ada empat bulan istimewa dalam Islam, yaitu bulan Rajab, sa’ban, Zulhijjah dan bulan Muharram. Terang ustadz H. Bukari, Jum’at 5 Juli 2024.

Keistimewaan bulan bulan tersebut adalah ummat Islam tidak boleh menganiaya, tidak boleh berperang, terkecuali jika umat Islam diperangi.

Beliau menyebut, salah satu bulan adalah bulan Muharram. Pada bulan Muharram terukir sejarah besar, terutama sejarah beberapa orang Nabi.

Ketika pertama sekali orang orang Islam Mekkah hijrah ke Madinah, mereka melihat orang orang yahudi Madinah berpuasa pada 10 hari bulan Muharram.

Menurut Khotib, ketika ditanya kepada orang yahudi Madinah kenapa berpuasa pada 10 hari bulan Zulhijjah, lalu mereka mengatakan bahwa pada 10 Zulhijjah itu untuk memperingati hari kemenangan Nabi Musa melawan Fir’aun.

Lebih lanjut Khotib khutbah Jum’at tersebut menjelaskan mereka merayakan hari kemenangan Nabi Musa AS.

Sementara pengikut Nabi Musa As hanya 600 orang, sedangkan Tantra raja Fir’aun yang mengejar Nabi Musa As berjumlah satu juta lebih, bala tentara Fir’aun tersebut bersenjata lengkap, namun atas kehendak Allah SWT, Fir’aun kalah.

Itulah sebabnya orang orang yahudi di Madinah berpuasa pada 10 hari bulan Zulhijjah, ( bulan haji, red )  ujar ustadz qufron, kebetulan beliau adalah imam mesjid agung Istiqomah Bengkalis.

Nabi Nuh AS juga selamat keluar dari mulut ikan paus, hiu , ikan Nun pada 10 hari bulan Zulhijjah.

Berawal dari kapal yang ditumpangi Nabi Nuh As hampir mau karam karena diterpa badai angin kencang dan ombak besar, jika tidak dikurangi beban muatan kapal, maka kapal yang ditumpanginya akan karam.

Setelah barang barang yang ada dalam kapal layar tersebut telah habis dibuang kelaut, namun kondisi kapal belum stabil, masih sarat dan bisa tenggelam, Untuk  mengurangi beban kapal, maka terpaksa dikorbankan salah seorang  penumpang yang ada dalam kapal tersebut, akhirnya penumpang kapal diundi, siapa yang dapat undian yang sudah diberi kode tertentu, dia yang harus disingkirkan, dibuang kelaut. Tapi ditakdirkan Allah SWT,  undian yang dipegang Nabi Nuh As yang disingkirkan.

Pada cabutan undi pertama, Nabi Nuh As yang mendapatkan harus dibuang kelaut, tapi penumpang kapal lainnya tidak terima karena nabi Nuh adalah seorang Nabi,  lalu dicabut sekali lagi undi masih tetap Nabi Nuh yang dapat, masih juga penumpang dan pemilik kapal menolak, kalau Nabi Nuh As yang dibuang kelaut, maka kesempatan nakhoda dan para penumpang, diulang pencabutan undian yang ketiga kalinya, pada pencabutan undi yang ketiga kalinya, masih tetap Nabi Nuh As yang dapat kode orang yang dibuang kelaut, awalnya para penumpang dan nakhoda kapal menolak kalau Nabi Nuh As yang disingkirkan, tapi dengan keikhlasan Nabi Nuh As menerima kesepakatan melalui undian tersebut.

Setelah Nabi Nuh As dibuang ke dalam kelaut,  datanglah seekor ikan Nun, ikan hiu, langsung menelan tubuh Nabi Nuh As masuk kedalam perut ikan tersebut.

Selamat 40 hari Nabi Nuh dalam perut ikan Nun tersebut, dan selama 40 hari Nabi Nuh As berzikir dengan mengucapkan doa ” Lailahailla anta Subhanaka ini kuntu minazzolimiin “. Terang ustadz qufron.

Begitu juga Nabi Adam As, beliau diampuni dosanya juga pada 10 Muharram, dosa Nabi Adam As karena telah memakan buah qoldi yang ada di taman surga bersama dengan Siti Hawa, sebelumnya Allah SWT telah memperingatkan jangan mendekati pohon qoldi tersebut, apalagi memakan buahnya, akibat kelalaian Nabi Adam As atas perintah Allah SWT, maka mereka berdua dikeluarkan dari surga, diturunkan ke bumi, sesampainya di muka bumi ini , mereka berpisah, cukup lama mereka dipisahkan, akhirnya mereka berdua dipertemukan Allah SWT di bukit jabbal Rahmah, ( aba )

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here