Kades Harus Peka Terhadap Perkembangan, Jika Tak Mau Salah Kamar Ketika Mengusulkan

0
32

Wasiatriau.com – Seorang pimpinan publik harus mengerti dengan perkembangan dan harus mampu mengayomi masyarakat dan memajukan daerahnya.

salah satu pemimpin publik tersebut yaitu seperti kepala desa, karena kepala desa merupakan ujung tombak dan serta garda terdepan perpanjangan tangan pemerintah dalam mensukseskan roda pembangunan, tentu harus lebih paham dengan kondisi masyarakat dan daerahnya, namun jika tidak mengikuti perkembangan peraturan pemerintahan apalagi tidak punya akses jaringan komunikasi dan informasi dengan pemerintah daerah, provinsi kementrian RI, akan menjadi tantangan berat pemimpin dalam menjalankan sebuah visi, misi untuk memajukan daerahnya sendiri.

Jika boleh dikatakan, Desa Bantan Timur, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, berdasarkan informasi, ketika awak media memantau kondisi masyarakat desa masih banyak rumah mereka yang tak layak huni serta kondisi mata pencariannya sebagai nelayan pantai, ternyata perangkat desa Bantan timur sudah mengusulkan program nelayan, namun usulan program tersebut ditolak, alasannya salah alamat. Ujar salah seorang warga, Sabtu, 5 November 2022,

Menurut beliau,seharusnya usulan program nelayan tersebut ditujukan pada kelautan, bukan perikanan, lanjut beliau, perikanan itu menangani masalah nelayan darat, dan bukan nelayan pantai atau laut, sementara masyarakat desa Balengsang desa Bantan Timur adalah Nelayan pantai. Terang beliau

Terasa ironis jika masih ada kades yang tidak mengerti dengan itu. Pasalnya kades sebagai perpanjangan tangan pemerintah, wajib memahami tentang administrasi dan aturan sehingga usulan program  tertunda, tentu secara otomatis  kemajuan aktivitas perekonomian warga masyarakat nelayan tetap jalan ditempat,stagnan ( red ).

Beliau berharap, hal seperti itu tidak akan terulang kembali dan diharapkan kepada pak camat memberi bimbingan juklak dan juknis terkait administrasi dan informasi, begitu juga instansi terkait di lingkungan pemerintah kabupaten Bengkalis, provinsi Riau maupun Kementerian RI, seharusnya mengerti kondisi desa yang baru, jika boleh dikatakan umur desa baru setahun jagung, masih banyak kekurangan dan kelemahan disana sini, namanya saja desa baru mekar, tentunya dalam tahap pembenahan diri. Jikapun salah dalam mengajukan usulan, jangan langsung ditolak, kan kasian warga masyarakat nelayan yang berharap banyak dari program tersebut. Demikian harapan bapak paruh baya tersebut  yang tidak mau disebutkan namanya. ( *** )

 

LEAVE A REPLY