Boya Patah Tak Bertuan, Bisa Mengancam Keselamatan Nelayan

0
35

Wasiatriau.con -Terkait adanya  Boya yang sudah rusak dan tak berfungsi lagi sebagai rambu pelayanan di sekitar laut desa Muntai. Sontak menjadi perhatian nelayan. Sebab dapat membahayakan keselamatan nelayan yang menangkap ikan pada malam hari.

Dilansir dari berita katakabar.com  kepala Desa Muntai Nurin, menyebutkan bahwa beliau sudah menemui salah seorang pihak navigasi, rupanya boya rusak itu sudah dihapus.

Jka aset yang dikelola oleh navigasi  sudah dihapus, artinya Boya rusak tersebut tidak ada lagi dalam daftar aset Navigasi, andai boleh dikatakan Boya rusak tersebut sudah tidak bertuan lagi.

Sementara fisik bangunan Boya rusak atau Boya patah itu masih berlabuh di laut desa Muntai, tentu dapat mengganggu aktivitas masyarakat nelayan untuk menangkap ikan pada malam hari, karena lampu boya tidak ada atau rambu Boya ttidak berfungsi lagi,

Seharusnya Navigasi tak membiarkan Boya rusak sudah tidak laik pakai tetap berlabuh diperairan, apalagi sampai melepaskan tanggung jawabnya untuk mengangkat dan membersihkan aset dari laut tersebut,tentu bisa mengganggu arus lalu lintas kapal di areal perairan tersebut dan menghambat aktivitas nelayan menangkap ikan pada malam hari.

Masih ucapan Kades Muntai, Pemerintah Desa kata Nurin, sedang mencari informasi siapa pemilik tentang aset tersebut.

“Kami hubungi Kementerian Kelautan dan Perikanan Pusat, yang membidangi pulau-pulau kecil terluar (PPKT). Dulu, pernah datang ke desa ini,” ulasnya.

Ditempat terpisah, salah seorang warga masyarakat Bengkalis menanyakan kalau terjadi kecelakaan kapal akibat terlanggar Boya rusak tersebut siapa bertanggung jawab. Ujarnya agak sedikit nada bertanya.

Apakah aset sudah dihapus tersebut bisa dimanfaatkan oleh warga setempat. Tanya beliau mengakhiri. ( aba )

 

 

 

LEAVE A REPLY